Halaman

Kamis, 12 April 2012

I’M a MONSTER


Title                  : I’m a Monster
Author              : Nagatsuka Naoki
Casts                 : All HSJ membaa~
Rating               : PG – 13
Genre                : Friendship, Adventure
Summary           : Sum it all by yourself, dude~ xD

Author’s note     : Baca aja sampai akhir ya! :D #ogah #ditabok fans Chinen

***
Aku berjalan menyusuri koridor yang gelap, memicingkan mata berusaha mencari jalan keluar. Sembari meraba sekitarku, aku mencari apapun yang bisa kujadikan pegangan supaya aku tidak tersandung tiba-tiba, meski yang kuraba hanyalah tembok yang berada di sisi kananku. Sial! Kenapa sih disini gelap sekali?! Terlebih lagi, aku bahkan tidak tahu aku berada dimana! 

“AUUUUUUU”, sebuah suara sayup-sayup seperti suara serigala menyeruak di tengah keheningan malam. Oke, aku tidak tahu ini malam hari atau bukan, yang jelas aku tidak bisa melihat apapun. Jadi, simpulkan saja kalau ini malam hari. Malam hari dan sekarang terdengar suara serigala! What a perfect day, how ironic! Bulu kudukku sekarang merinding dan untung saja aku tidak pipis di celana! Ah, sudahlah, aku harus mencari jalan keluar sekarang.

“AUUUUUUU”, kini suara itu bahkan semakin keras, dan terdengar bersahut-sahutan. Yah, bisa dibilang mungkin itu suara PARA serigala sedang mencari mangsa. Dan bisa saja aku adalah MANGSA mereka. Argh! Rasanya aku mau mati saja sekarang daripada didera ketakutan yang membuat jantungku berdebar sampai mau copot dari tempatnya.

Kini aku mencoba mempercepat langkahku. Masih saja tertatih-tatih dalam kegelapan, aku mencoba melepaskan diri dari suasana seram yang mencekam. 

CPAK. CPAK.

Sekarang aku melewati genangan air di koridor gelap ini. Sial! Ini namanya koridor tak berujung! Sudah 10 menit aku melewati koridor ini, dan ujungnya belum kutemukan! Ayolah, kau tidak mungkin butuh waktu 10 menit untuk keluar dari sebuah koridor, kan? Huft. This is a really bad day. It really is! 

CPAK. CPAK.

Terdengar lagi injakan di genangan air. Siapa? Aku? Bukan! Itu bukan aku! Aku sedang berhenti sebentar karena kelelahan sekarang! Jadi... itu... Eh? Orang lain? Jangan bercanda!

Aku mendengar langkah kaki di genangan air itu di belakangku. Suara langkah kaki yang awalnya sayup-sayup itu kini semakin dekat. Dan sekarang “ia” bahkan lebih mempercepat langkahnya! Belum sempat aku menoleh ke belakang untuk melihat apa yang terjadi, terdengar nafas berat di sekitar tengkukku. Kemudian kurasakan dua buah telapak tangan menyentuh bahuku lembut. Nafas berat itu bahkan kini semakin menyentuh tengkuk belakangku, dan kemudian sesuatu yang basah menyentuh kulit leherku. “Sesuatu” itu bergerak perlahan, menyusuri permukaan kulitku, membuatku kegelian.

“Kalau kau ingin jadi abadi, bagaimana kalau kau bergabung dengan kami?”, ucap sosok di belakangku itu.

“Eh?”, jawabku seraya masih terpaku di tempatku, rasanya kakiku tertanam di bumi saat ini.

“Chinen Yuri...”, jawabnya lembut seraya menghembuskan nafas beratnya di tengkukku.

Aku berlari sekencang-kencangnya untuk melepaskan diri dari “dia”. Kutarik ucapanku tadi! Aku TIDAK MAU MATI! Aku rasa “dia” adalah vampire. Sial! Betapa malangnya aku hari ini! Sudah aku terdampar di tempat yang aku tidak tahu ini dimana, dan kini pun aku jadi incaran para makhluk abadi pemangsa manusia! 

Aku tidak bisa melihat sekelilingku, namun aku tidak bisa berhenti saat ini. Aku harus bertahan hidup! Bertahan hidup dari seleksi alam dan menunjukkan manusialah yang paling hebat dalam rantai makanan! Aku tidak mau jadi mangsa mereka disini! 

CPAK. CPAK.

Dan kini aku mendengar suara langkah kaki di depanku! Sial! Rupanya aku terkepung sekarang! Belum sempat aku berhenti, sesuatu membuat kakiku tersandung. Aku terjatuh sampai terjerembab ke lantai. Anehnya, bukannya merasa sakit, aku merasakan sesuatu mengalir deras dari kakiku. Eh? Apa ini? Harusnya air yang kulewati adalah air tenang, bukan yang bergerak dan punya arus. Aku mencoba meraba kakiku, dan ternyata, itu bukanlah air, tetapi darah! Darah, dan ujung kakiku sampai pergelangannya tidak ada! Aku... kakiku terpotong! Samar kulihat kilatan benang terbentang tepat di belakangku. Astaga, kakiku terpotong! Kini aku tidak mungkin lagi lari! 

“Aku... kepalaku pusing... sial... pasti ini karena darahku berkurang banyak! Aku... harus... keluar... da.. ri... si...”

“Ni...”

BRUK! Tubuhku sudah tidak mampu lagi. Aku hanya bisa memandang kakiku miris sembari tertidur telentang sekarang ini.

Selamat tinggal, kehidupan... Chinen Yuri akan meninggalkanmu hari ini...

Kudengar langkah sayup-sayup yang tadinya ada di depanku. Mungkin dia teman si vampire tadi. 

Sosok yang berada di depanku tadi kini mendekatiku. Aku tidak bisa melihat wajahnya, namun aku bisa melihat apa yang dia lakukan samar-samar sekali. Ia menggigit ujung jari tengahnya sampai berdarah, kemudian ia mengarahkannya dan memasukkannya ke dalam mulutku. Sudahlah, aku sudah tak peduli lagi. Aku biarkan cairan pekat bernama darah itu mengalir membasahi tenggorokanku.

“Minumlah, kau akan jadi abadi dan mengabdilah padaku.”, ucap orang itu dengan senyum seringainya.

***

Comments are always loved~ :Dv

Tidak ada komentar:

Posting Komentar