Title :
I’m a Monster
Author :
Nagatsuka Naoki
Casts :
All HSJ membaa~
Rating :
PG – 13
Genre :
Friendship, Adventure
Summary : Sum it all by yourself, dude~ xD
Author’s note : Baca
aja sampai akhir ya! :D #ogah #ditabok fans Chinen
***
Aku berjalan
menyusuri koridor yang gelap, memicingkan mata berusaha mencari jalan keluar.
Sembari meraba sekitarku, aku mencari apapun yang bisa kujadikan pegangan
supaya aku tidak tersandung tiba-tiba, meski yang kuraba hanyalah tembok yang
berada di sisi kananku. Sial! Kenapa sih disini gelap sekali?! Terlebih lagi,
aku bahkan tidak tahu aku berada dimana!
“AUUUUUUU”,
sebuah suara sayup-sayup seperti suara serigala menyeruak di tengah keheningan
malam. Oke, aku tidak tahu ini malam hari atau bukan, yang jelas aku tidak bisa
melihat apapun. Jadi, simpulkan saja kalau ini malam hari. Malam hari dan
sekarang terdengar suara serigala! What a perfect day, how ironic! Bulu kudukku
sekarang merinding dan untung saja aku tidak pipis di celana! Ah, sudahlah, aku
harus mencari jalan keluar sekarang.
“AUUUUUUU”,
kini suara itu bahkan semakin keras, dan terdengar bersahut-sahutan. Yah, bisa
dibilang mungkin itu suara PARA serigala sedang mencari mangsa. Dan bisa saja
aku adalah MANGSA mereka. Argh! Rasanya aku mau mati saja sekarang daripada
didera ketakutan yang membuat jantungku berdebar sampai mau copot dari
tempatnya.
Kini aku
mencoba mempercepat langkahku. Masih saja tertatih-tatih dalam kegelapan, aku
mencoba melepaskan diri dari suasana seram yang mencekam.
CPAK. CPAK.
Sekarang aku
melewati genangan air di koridor gelap ini. Sial! Ini namanya koridor tak
berujung! Sudah 10 menit aku melewati koridor ini, dan ujungnya belum
kutemukan! Ayolah, kau tidak mungkin butuh waktu 10 menit untuk keluar dari
sebuah koridor, kan? Huft. This is a really bad day. It really is!
CPAK. CPAK.
Terdengar lagi
injakan di genangan air. Siapa? Aku? Bukan! Itu bukan aku! Aku sedang berhenti
sebentar karena kelelahan sekarang! Jadi... itu... Eh? Orang lain? Jangan
bercanda!
Aku mendengar
langkah kaki di genangan air itu di belakangku. Suara langkah kaki yang awalnya
sayup-sayup itu kini semakin dekat. Dan sekarang “ia” bahkan lebih mempercepat
langkahnya! Belum sempat aku menoleh ke belakang untuk melihat apa yang
terjadi, terdengar nafas berat di sekitar tengkukku. Kemudian kurasakan dua
buah telapak tangan menyentuh bahuku lembut. Nafas berat itu bahkan kini
semakin menyentuh tengkuk belakangku, dan kemudian sesuatu yang basah menyentuh
kulit leherku. “Sesuatu” itu bergerak perlahan, menyusuri permukaan kulitku,
membuatku kegelian.
“Kalau kau
ingin jadi abadi, bagaimana kalau kau bergabung dengan kami?”, ucap sosok di
belakangku itu.
“Eh?”, jawabku
seraya masih terpaku di tempatku, rasanya kakiku tertanam di bumi saat ini.
“Chinen
Yuri...”, jawabnya lembut seraya menghembuskan nafas beratnya di tengkukku.
Aku berlari
sekencang-kencangnya untuk melepaskan diri dari “dia”. Kutarik ucapanku tadi!
Aku TIDAK MAU MATI! Aku rasa “dia” adalah vampire. Sial! Betapa malangnya aku
hari ini! Sudah aku terdampar di tempat yang aku tidak tahu ini dimana, dan
kini pun aku jadi incaran para makhluk abadi pemangsa manusia!
Aku tidak bisa
melihat sekelilingku, namun aku tidak bisa berhenti saat ini. Aku harus
bertahan hidup! Bertahan hidup dari seleksi alam dan menunjukkan manusialah
yang paling hebat dalam rantai makanan! Aku tidak mau jadi mangsa mereka
disini!
CPAK. CPAK.
Dan kini aku
mendengar suara langkah kaki di depanku! Sial! Rupanya aku terkepung sekarang!
Belum sempat aku berhenti, sesuatu membuat kakiku tersandung. Aku terjatuh
sampai terjerembab ke lantai. Anehnya, bukannya merasa sakit, aku merasakan
sesuatu mengalir deras dari kakiku. Eh? Apa ini? Harusnya air yang kulewati
adalah air tenang, bukan yang bergerak dan punya arus. Aku mencoba meraba
kakiku, dan ternyata, itu bukanlah air, tetapi darah! Darah, dan ujung kakiku
sampai pergelangannya tidak ada! Aku... kakiku terpotong! Samar kulihat kilatan
benang terbentang tepat di belakangku. Astaga, kakiku terpotong! Kini aku tidak
mungkin lagi lari!
“Aku...
kepalaku pusing... sial... pasti ini karena darahku berkurang banyak! Aku...
harus... keluar... da.. ri... si...”
“Ni...”
BRUK! Tubuhku
sudah tidak mampu lagi. Aku hanya bisa memandang kakiku miris sembari tertidur
telentang sekarang ini.
Selamat
tinggal, kehidupan... Chinen Yuri akan meninggalkanmu hari ini...
Kudengar
langkah sayup-sayup yang tadinya ada di depanku. Mungkin dia teman si vampire
tadi.
Sosok yang
berada di depanku tadi kini mendekatiku. Aku tidak bisa melihat wajahnya, namun
aku bisa melihat apa yang dia lakukan samar-samar sekali. Ia menggigit ujung
jari tengahnya sampai berdarah, kemudian ia mengarahkannya dan memasukkannya ke
dalam mulutku. Sudahlah, aku sudah tak peduli lagi. Aku biarkan cairan pekat
bernama darah itu mengalir membasahi tenggorokanku.
“Minumlah, kau
akan jadi abadi dan mengabdilah padaku.”, ucap orang itu dengan senyum
seringainya.
***
Comments are always loved~ :Dv
Tidak ada komentar:
Posting Komentar