Halaman

Kamis, 17 Mei 2012

Chii is a BelieBer (5 Times Chinen is Annoying + 1 Time He is Awesome)

Author             : Narazaku Naoki ALIAS SAYA (siapa lagi? Wkwk)
Genre              : Comedy garing XD
Rating             : Panduan Orang Tua (?), PG maksudnya - -“
Type                : One Shot, Thon
Casts               : All HSJ membaa~ (Chinen as the main chara)
Disclaimer       : Somebody to Love is Bieber’s. Bieber is owned by his parents and agency. I just own the plot. JUMP is not mine. They belong to JE and their parents.
Author’s note : WAAAAA!!!!!! Akhirnya! One Shot pertama saya!!!! Saya bahagia sekali, seperti ada miracle karena tumben saya bikin one shot. Ff ini terinspirasi dari interview The Smurfs soal Chii yang ngefans sangat dengan JB. Gomen kalau ceritanya agak aneh dan nggak lucu, bikinnya ngebut. :)
Author’s note for Chinen Yuuri:
Fanfic ini dibuat untuk ultah kamu ke-18 besok tanggal 30 November. Otanjoubi omedettou ne, otouto-chan! Yuu-chan, you’ll always be my lovely otouto (because we’re AB (?))... *whacked by my 2 real lil brothers*
Summary         : Chii’s madness in Justin Bieber.
Warning           : Evil and Riddiculous Chii!
*****

#1


I JUST NEED SOMEBODY TO LOVE.... I, I DON’T NEED TO MUCH... JUST SOMEBODY TO LOVE! ~


 “UGH!!! LAGI-LAGI! GUE SAMPE APAL NI LAGU GARA-GARA CHII!”, Ryutaro berteriak depresi dengan membanting stik Nintendo Wii-nya. Ia terlihat kesal sekali, karena lagi-lagi charanya dalam game DecaSporta (gratisan hasil jadi bintang iklan bersama Hey!Say!7), kalah .

Chinen yang sedang menyanyikan sebait lirik dari lagu Somebody to Love milik Justin Bieber, dengan headset terpasang di kedua telinganya, melirik Ryutaro yang sedang marah-marah dengan heran. Jengkel, Ryutaro menarik headset di telinga Chinen dan berteriak di telinga Chinen, “JANGAN NYANYI DI SINI! LU KAGA LIAT CHARA GUE MATI MULU DARI TADI GARA-GARA LU NYANYI?!”.

Chinen yang kaget karena kemarahan Ryutaro pun berlari ke arah Takaki sambil menangis cute pura-pura (?), “HUWEEEE... RYU-CHAN NAKAL! YUYAN~”. Ryutaro cuma bisa memandangi Chinen dengan tatapan tak-percaya-kalau-si chibi-lebih-tua-2-tahun-darinya dan geleng-geleng kepala, sembari bersiap kabur dari cengkraman para member BEST yang sedang berkumpul di ruang gathering.

“Ada apa, Chii?”, tanya Takaki lembut pada kouhainya. Takaki memang sudah seperti kakak sendiri bagi Chinen, ia selalu bermain bersama Chinen.

“Pasti berantem sama Ryu-chan lagi.”, Hikaru memotong jawaban Chinen.

“Ryu..Ryu...nakal...”

“Kan...”, kata Hikaru lagi kemudian. Inoo hanya diam seribu bahasa karena dirinya masih, well, berkutat dengan masterplan gambar denahnya.

“Nakal bagaimana?”, tanya Yabu yang sedang membaca majalah Bobo terbaru kiriman temannya yang ada di Indonesia. (?) *gila keren  juga Bobo majalah author dari jabang bayi itu ekspor ke Jepang*

“Ryu marah gara-gara charanya mati. Ryu bilang kalo itu salahnya Chii. Padahal kan gue cuma nyanyi lagunya Justin Bieber.”, jelas Chinen panjang lebar.

“..................................”

Hening.

Para member BEST pun menyibukkan diri sendiri untuk mengalihkan pembicaraan. Takaki kembali bermain dengan handphone Docomo-nya. Yabu dan Hikaru terlihat sibuk memperbincangkan konsep lagu yang akan mereka buat untuk album terbaru. Inoo yang semula menoleh ke arah Chinen, kembali menggoreskan garis-garis abstrak di atas kertas gambarnya dan sesekali menggambar di laptop miliknya. Daiki melanjutkan acara nonton DVD Tom and Jerry-nya sambil makan Pocky. Tidak satupun dari mereka menimpali perkataan Chinen, dan Chinen pun mulai merasa gerah karenanya.

“Kenapa malah pada diem, sih? Uh.. Gue main sama  Yutti sama Keito ah.”

IS SHE OUT THERE? IS SHE OUT THERE? ~ Masih dengan menyanyikan Somebody to Love milik Justin Bieber, Chinen bergerak perlahan keluar dari ruang gathering.

Setelah Chinen menghilang dari pandangan mereka, para member BEST berpandangan satu sama lain dan menghela napas panjang, dilanjutkan tampang madesu tanda prihatin untuk Yuto dan Keito.

#2


Yuto dan Keito sedang berlatih untuk menyempurnakan permainan musik mereka demi konser JUMP yang semakin dekat. Mereka berdua tengah membetulkan setting gitar dan drum yang ada di ruang musik JUMP House.

IS SHE OUT THERE? IS SHE OUT THERE? ~

Yuto dan Keito kini mendengar sebuah suara nyanyian khas yang sangat familiar bagi telinga mereka, sebuah suara sopran yang kini telah berubah, milik seorang Chinen Yuri. Tiba-tiba saja mereka merasakan atmosfer tidak enak di sekeliling mereka.

Suara itu semakin dekat, dan terdengar suara langkah kaki yang berhenti tepat di depan ruang musik JUMP.

Yuto dan Keito yang ketakutan dengan kehadiran sosok di depan pintu itu segera berlari menuju belakang speaker yang ada tepat di depan rak buku.

“DUAK!”, karena terburu-buru mereka menabrak kepala satu sama lain.

“ADUH...”, Yuto menggosok-gosok dahinya yang tertabrak kepala Keito dengan meringis kesakitan.

“Lu kalo ngumpet ati-ati dong! Sakit nih!”, Yuto mengomel ke Keito.

MONEY CAN’T BUY ME SOMEBODY TO LOVE ~

“Yutti~ Keito~”, terdengar kenop pintu diputar, membuat Yuto dan Keito semakin  panik dibuatnya. Saking takutnya, Yuto secara tidak sengaja menabrak rak buku yang ada di belakangnya dengan keras.

BRUK.

“Aduh!”

Semua buku yang ada di bagian atas rak buku itu terjatuh, menimpa Yuto dan Keito yang tepat berada di bawahnya, bersamaan dengan masuknya Chinen ke dalam ruang studio musik.

YUTTI~ KEITO~

“Mati gue kali ini.”, inner keduanya berkata. Mereka berdua akan terjatuh dalam lubang penderitaan mendengarkan Chinen bernyanyi Somebody to Love-nya Justin Bieber tanpa henti sambil bermain. Yuto mendapat sebuah ide yang ia sebut cemerlang, dan segera membuka mulutnya, setengah berbisik pada Keito.

“Pura-pura mati.”, kata Yuto mengejutkan Keito, dan Keito segera mengambil sebuah buku dari tumpukan buku yang jatuh dan melayangkan geplakan dengan buku yang dipegangnya ke kepala Yuto. Yuto mengaduh untuk yang ketiga kalinya.

“Lu pinter apa geblek sih?”, pertanyaan retoris Keito muncul kemudian *author dipenyet fansu Yuto*.

Sebelum Yuto sempat menjawab, Chinen telah menginterupsi dengan senyum kawaii maut miliknya, yang membuat Yuto dan Keito bertekuk lutut untuk menuruti kemauan Chinen kali ini.

#3


Chinen sedang berada di ruang gathering JUMP bersama Yuto, Keito, dan Ryutaro. Keito mengajari Yuto cara bermain gitar akustik, sementara Ryutaro berkutat dengan PSPnya. Para member BEST masih berada dalam perjalanan menuju Jimusho. Chinen hanya bermalas-malasan di atas sofa, merebahkan badannya dan sibuk browsing dengan laptopnya.
BRAK!

Seseorang mendobrak pintu dengan keras untuk membukanya. Yamada.

“CHINEN! CHINEN!”, Yamada setengah berlari menghampiri Chinen. Ia membawa sebuah buku di tangan kirinya, dan tangan kanannya melambai pada Chinen. Rupanya Yamada baru saja membeli sebuah buku untuk Chinen. Ia telat memberi kado ulang tahun untuk sahabatnya itu karena lupa. (?)

Yang dipanggil mengalihkan perhatiannya dari layar, memutar pandangannya dengan malas ke arah Yamada.

“Yama-chan! Panggil nama lengkap gue!”

“Hosh..Hosh... *pant* Heh? Chi.. Chinen Yuri?”

“Bukan.”. Keempat pasang mata selain milik Chinen membelalak seketika setelah mendengar jawaban Chinen. Mereka memasang wajah penuh tanda tanya.

“NANDE?”

“JUSTCHIN-EN BIEBER.” (untuk yang rada bingung soal ini, padankan saja kata JUSTIN dan JUSTCHIN ~ kedengaran alay, salahkan saja Chii *author disepak)

Hening.

“............................”, Yamada hanya bisa menatap penuh tanda tanya dengan memberikan pandangan madesu miliknya pada Chinen seraya memberikan hadiah yang dibawanya. Sementara para member yang lain hanya bisa menjatuhkan rahangnya dalam posisi menganga mendengar perkataan Chinen tadi.

#4


FOR YOU I’D BE~ RUNNING A THOUSAND MILES~ JUST GET TO WHERE YOU ARE~

Chinen terlihat sangat senang hari ini. Tebak saja apa yang membuatnya sangat bahagia hari ini. ARASHI? Oh, bukan. Kali ini bukan Arashi. Tetapi Justin Bieber. Yep. Chinen ingin meminjam DVD Justin Bieber My World 2.0. Daiki sudah berjanji untuk meminjamkan miliknya pada Chinen.

Semua member lain telah bergabung di dalam ruang gathering JUMP. Chinen adalah orang terakhir yang masuk ke dalam ruangan itu. Ia tampak sangat gembira dan menyapa semua member lainnya.

“OHAYOU!!!!”, Chinen berteriak gembira. Tidak, tidak ada yang aneh pada diri Chinen. Ia memang selalu seperti itu. Selalu gembira. Para member lain hanya menjawab sekedarnya dan geleng-geleng kepala melihat Chinen yang selalu gembira setiap harinya.

Chinen terus melirik ke arah Daiki yang sedang membaca majalah, dan kemudian mendekatinya.

“Ohayou, Dai-chan!”, Chinen menyapa Daiki.

“Ohayou, Chii! Tumben lu kasih salam gue duluan, bukan Yama-chan.”, Daiki tersenyum lebar. Ia tampaknya tidak menyadari kalau ‘sapaan’ adalah salah satu service dari Chinen untuk mendapatkan sesuatu.

“Gue pengen aja panggil Dai-chan duluan.”

Daiki tidak mengucap sepatah katapun. Ia kembali membaca majalah yang ada di hadapannya.

“Dai-chan....”

“Ngg?”, Daiki masih belum mengalihkan perhatian dari majalah yang sedang ia baca.

“Lo lupa sesuatu?”, tanya Chinen tiba-tiba.

“Ng? Nggak, gue rasa.”

I JUST NEED SOMEBODY TO LOVE~


“Heh? Gomen, Chii. Gue masih normal. Sama Yama-chan aja gih. Kan kalian yang fanservicenya paling ba~”, ucapan Daiki terpotong dengan geplakan Chinen yang melayang tepat di atas kepalanya.

“BAKA DAI! Gue juga masih normal tau! Siapa juga yang mau ama BAKA YAMA yang gen~”, Chinen merasa mulutnya dibekap seseorang di belakangnya. Yuto. Dia berusaha menyelamatkan Chinen dari atmosfer mengerikan yang keluar dari Yamada sesaat setelah Chinen hampir mengucapkan kata tabu itu. Semua member tahu Yamada akan mengamuk kalau ada satu saja orang mengatakan hal itu di hadapannya. Untunglah, Yamada mencoba bersabar karena kata tabu itu belum terlontar sepenuhnya dari mulut sahabat baiknya 3 tahun belakangan ini.

Chinen mengerti maksud Yuto. Ia perlahan menurunkan tangan Yuto, memberi tanda bahwa ia akan berhati-hati kali ini.

I JUST NEED JUSTIN BIEBER’S DVD!!!!~


Kesal, Chinen menggubah sendiri lagu Somebody to Love versinya. Mata Daiki melebar ketika ia mendengar lirik gubahan Chinen dengan seketika. Ia segera tahu kalau ia melupakan sesuatu. Kini ia berkeringat dingin, tidak berani menatap mata Chinen.

“Daiki...”

“EH??? GU..GU...GUE...”, Daiki panik. Ia tahu kalau Chinen sedang serius.

“Lu lupa kan???”

“EH...GU...GUE...”

“Lu pasti LU-PA kan....”

“EH...BU...BUKAN... GUE... IYA DEH! GUE LUPA, CHII! MAAFIN GUE!!! GUE GA BAWA DVD JUSTIN BIEBER YANG LU MINTA! MAAF CHII, MAAF YA! BESOK GUE BAWA DEH! SUER!!”, Daiki mengatupkan kedua tangannya, mengangkatnya sejajar dengan dahinya, dan menunduk berulang kali di depan Chinen.

Semua member melihat ke arah Daiki dengan pandangan kasihan. Semua orang tahu bencana alam (?) akan terjadi setelah ini. (?)

Chinen tidak berkata apa-apa. Dia bahkan tidak terlihat marah sekalipun. Chinen justru memperlihatkan senyum lebarnya yang kawaii itu. Terlampau kawaii, bahkan. Tapi justru hal inilah yang paling mengerikan dari seorang Chinen Yuri. Tersenyum ketika marah. Hawa membunuh terasa seketika memenuhi ruang gathering JUMP. Yamada dan Yuto, yang notabene sahabat dekat Chinen, bahkan sampai harus meringkuk di atas sofa dengan bantal di kepala mereka untuk meredam aura Chinen.(eh?)

Chinen boleh jadi masih menyelesaikan pekerjaannya seperti biasa. Namun ketika para member JUMP mengajaknya bicara, tidak ada sepatah katapun dari mulut Chinen yang keluar. Hanya sunggingan senyum super kawaii beraura mengerikan itu yang menyambut pertanyaan mereka sebagai jawaban.

Esoknya Chinen bertingkah seperti biasa. Ia sudah bercanda seperti biasa. Tapi tetap saja eksistensi member selain Daiki dan Chinen menatap kasihan pada Daiki, karena Daiki harus menerima hukuman ‘dicuekin Chinen’ selama seminggu.

#5


Justin Bieber mengadakan konser tunggalnya di Tokyo Dome untuk memenuhi permintaan para fansnya di Jepang. Menurut rumor yang beredar,  akan ada seorang bintang tamu dari Jepang yang akan ikut berduet di panggung dengan JB.

“I would like to say thanks to all of you! And next, I want you to meet my friend from Japan. He’s gonna sing with me! You’ll like him!”

“Please welcome, Yuri Chinen!”

Chinen keluar dari backstage menuju panggung, dengan diiringi musik. Hanya dengan melakukan 2 kali backflip, ia telah mencapai tempat tepat di samping Justin. Semua penonton yang rata-rata adalah fans JB dari Jepang berteriak riuh mengelu-elukan nama Justin dan Chinen.

For you I’d write a symphony...”, Chinen mengawali lagu Somebody to Love, memulai gerakan dancenya.

I’d tell the violin it’s time to sink or swim, watch me play for ya..”, Justin melanjutkan kalimat lagunya, ikut menampilkan dancenya bersama Chinen.

Semua penonton yang berada di dalam concert stadium terhipnotis dengan penampilan mereka berdua. Justin Bieber seperti biasanya tampil memukau, begitu pula Chinen Yuri sebagai bintang tamu. Chinen tak hanya menyanyi dan menari, tapi juga sesekali menampilkan atraksi akrobatiknya yang terkenal itu. Jelas, Chinen membawa suasana baru dalam konser Bieber kali ini.

I JUST NEED SOMEBODY TO LOVE~

Chinen bergerak menuju tengah panggung dan akan menampilkan backflip andalannya yang sudah ia persiapkan untuk event ini. Ia akan melakukannya dengan sempurna, ia berjanji. Saat Chinen akan menjejakkan kakinya kembali ke stage floor, tiba-tiba saja ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh sampai kepalanya terbentur lantai. Kemudian ia merasakan ada sesuatu yang empuk menimpa wajahnya.....

“HEH! BAKA YURI! BANGUN!”, sebuah suara terdengar sayup-sayup di telinga Chinen, dan berangsur mengeras sampai membuat gendang telinganya hampir pecah. Nee-chan? Kenapa dia ada di sini, pikir Chinen.

Eh, bantal? Chinen memegang benda yang menimpa wajahnya tadi.

“HOI! YU-CHAN! LU MAU TIDUR SAMPAI KAPAN?? KATANYA JAM 8 NANTI ADA PEMOTRETAN DI JIMUSHO!!”, Saya menekan bantal yang yang ada di atas muka Chinen, berusaha membuatnya bangun. Chinen hampir kehabisan napas dan mati karena kekurangan oksigen gara-gara aksi kakak perempuannya itu.

“Hegh...”, Chinen mendorong bantal itu dari mukanya, “NEE-CHAN! LU PENGEN GUE MATI, YA???”, Chinen berteriak, seraya berusaha mengumpulkan sisa-sisa nyawanya untuk bangun dari tidurnya.

“Habis! Lu dipanggil kaga denger. Mana lu merem nyanyi lagunya Bieber sambil nendang-nendang gue pula. I just need somebody to love... Apaan tuh?”, Saya menoyor kepala adiknya yang satu itu dengan telunjuknya.

Jadi itu hanya mimpi......

Chinen kecewa berat, segera berdiri dan mengambil handuknya. Ia melangkah menuju kamar mandi. Tentu saja, masih menyanyikan Somebody to Love-nya Justin Bieber.

+ #1

Chinen mengamati dirinya sendiri di depan cermin, menyunggingkan sebuah senyuman maut yang paling dibanggakannya di dunia ini. #author lebe

“Kakkoii yo...”, gumamnya berseri-seri.
----------------------------------------------

“Chii-chan wa kakkoi desu ne?”, Yuto berkata pada Yabu, menunjuk ke arah Chinen yang sedang berjalan ke arah mereka sambil tersenyum.

“Hai..hai..”, jawab Yabu ikut tersenyum melihat ke arah orang yang ditunjuk Yuto.

“Ohayo~. Yabu-kun, Yuto-kun.”, Chinen menyapa Yuto dan Yabu dengan senyum kawaiinya, melambaikan tangan pada keduanya.

Tak lama, member JUMP yang lain pun kemudian datang.

Ryutaro, Keito, Takaki, Hikaru, Daiki, dan Inoo pun ikut memuji Chinen “kakkoi”. Ada apa gerangan seorang Chinen Yuri yang mulanya kawaii sekarang dibilang kakkoi?

Flashback ---

Chinen mendatangi salon potong rambut Madura  untuk merapikan rambutnya.

“Bikin begini ya!”, perintah Chinen pada sang penata rambut, dengan menunjuk foto terbaru seorang Justin Bieber.

The end of flashback ---

“Yah... Seenggaknya lu jadi kakkoi, nggak cuma bikin orang budeg dengerin lagunya JB,”, celetuk Yamada kelepasan bicara dan disambut jitakan Chinen di kepalanya seketika.

*****

Current Location            : In front of my compy
Current Music                : Hey!Say!JUMP – Magic Power and Justin Bieber – Somebody to Love (sampai bosen saya dengerin lagunya JB ini, sampai ikutan hapal - -“a)
Current Mood               : happy!
HONTOU NI GOMEN, WAJIB KOMEN.
KAGAK KOMEN, DIAMUK CHINEN! XD
Alert: pantun ngaco by author. Format livejournal banget.... hahaha...  ^^“a
Once again, tanjoubi omedettou ne, Yuu-chan~ XD
Wish you all the best! :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar