I'm currently quitting from my previous fandom, Hey!Say! JUMP.
I already reached my limit. Therefore, I decided to get out from the fandom and settle things out.
For those who wanna read my reasons (a note on facebook), just click HERE.
Yatta! Finally I freed from fandom. Gonna do anything else great! :D
The World Where We Live
Thoughts. Things that will stay and remain during the time you live in this world.
Senin, 11 Juni 2012
Kamis, 17 Mei 2012
Chii is a BelieBer (5 Times Chinen is Annoying + 1 Time He is Awesome)
Author : Narazaku Naoki ALIAS SAYA (siapa lagi? Wkwk)
Genre : Comedy garing XD
Rating : Panduan Orang Tua (?), PG maksudnya - -“
Type : One Shot, Thon
Casts : All HSJ membaa~ (Chinen as the main chara)
Disclaimer : Somebody to Love is Bieber’s. Bieber is owned by his parents and agency. I just own the plot. JUMP is not mine. They belong to JE and their parents.
Author’s note : WAAAAA!!!!!! Akhirnya! One Shot pertama saya!!!! Saya bahagia sekali, seperti ada miracle karena tumben saya bikin one shot. Ff ini terinspirasi dari interview The Smurfs soal Chii yang ngefans sangat dengan JB. Gomen kalau ceritanya agak aneh dan nggak lucu, bikinnya ngebut. :)
Author’s note for Chinen Yuuri:
Fanfic ini dibuat untuk ultah kamu ke-18 besok tanggal 30 November. Otanjoubi omedettou ne, otouto-chan! Yuu-chan, you’ll always be my lovely otouto (because we’re AB (?))... *whacked by my 2 real lil brothers*
Summary : Chii’s madness in Justin Bieber.
Warning : Evil and Riddiculous Chii!
*****
#1
I JUST NEED SOMEBODY TO LOVE.... I, I DON’T NEED TO MUCH... JUST SOMEBODY TO LOVE! ~
“UGH!!! LAGI-LAGI! GUE SAMPE APAL NI LAGU GARA-GARA CHII!”, Ryutaro berteriak depresi dengan membanting stik Nintendo Wii-nya. Ia terlihat kesal sekali, karena lagi-lagi charanya dalam game DecaSporta (gratisan hasil jadi bintang iklan bersama Hey!Say!7), kalah .
Chinen yang sedang menyanyikan sebait lirik dari lagu Somebody to Love milik Justin Bieber, dengan headset terpasang di kedua telinganya, melirik Ryutaro yang sedang marah-marah dengan heran. Jengkel, Ryutaro menarik headset di telinga Chinen dan berteriak di telinga Chinen, “JANGAN NYANYI DI SINI! LU KAGA LIAT CHARA GUE MATI MULU DARI TADI GARA-GARA LU NYANYI?!”.
Chinen yang kaget karena kemarahan Ryutaro pun berlari ke arah Takaki sambil menangis cute pura-pura (?), “HUWEEEE... RYU-CHAN NAKAL! YUYAN~”. Ryutaro cuma bisa memandangi Chinen dengan tatapan tak-percaya-kalau-si chibi-lebih-tua-2-tahun-darinya dan geleng-geleng kepala, sembari bersiap kabur dari cengkraman para member BEST yang sedang berkumpul di ruang gathering.
“Ada apa, Chii?”, tanya Takaki lembut pada kouhainya. Takaki memang sudah seperti kakak sendiri bagi Chinen, ia selalu bermain bersama Chinen.
“Pasti berantem sama Ryu-chan lagi.”, Hikaru memotong jawaban Chinen.
“Ryu..Ryu...nakal...”
“Kan...”, kata Hikaru lagi kemudian. Inoo hanya diam seribu bahasa karena dirinya masih, well, berkutat dengan masterplan gambar denahnya.
“Nakal bagaimana?”, tanya Yabu yang sedang membaca majalah Bobo terbaru kiriman temannya yang ada di Indonesia. (?) *gila keren juga Bobo majalah author dari jabang bayi itu ekspor ke Jepang*
“Ryu marah gara-gara charanya mati. Ryu bilang kalo itu salahnya Chii. Padahal kan gue cuma nyanyi lagunya Justin Bieber.”, jelas Chinen panjang lebar.
“..................................”
Hening.
Para member BEST pun menyibukkan diri sendiri untuk mengalihkan pembicaraan. Takaki kembali bermain dengan handphone Docomo-nya. Yabu dan Hikaru terlihat sibuk memperbincangkan konsep lagu yang akan mereka buat untuk album terbaru. Inoo yang semula menoleh ke arah Chinen, kembali menggoreskan garis-garis abstrak di atas kertas gambarnya dan sesekali menggambar di laptop miliknya. Daiki melanjutkan acara nonton DVD Tom and Jerry-nya sambil makan Pocky. Tidak satupun dari mereka menimpali perkataan Chinen, dan Chinen pun mulai merasa gerah karenanya.
“Kenapa malah pada diem, sih? Uh.. Gue main sama Yutti sama Keito ah.”
IS SHE OUT THERE? IS SHE OUT THERE? ~ Masih dengan menyanyikan Somebody to Love milik Justin Bieber, Chinen bergerak perlahan keluar dari ruang gathering.
Setelah Chinen menghilang dari pandangan mereka, para member BEST berpandangan satu sama lain dan menghela napas panjang, dilanjutkan tampang madesu tanda prihatin untuk Yuto dan Keito.
#2
Yuto dan Keito sedang berlatih untuk menyempurnakan permainan musik mereka demi konser JUMP yang semakin dekat. Mereka berdua tengah membetulkan setting gitar dan drum yang ada di ruang musik JUMP House.
IS SHE OUT THERE? IS SHE OUT THERE? ~
Yuto dan Keito kini mendengar sebuah suara nyanyian khas yang sangat familiar bagi telinga mereka, sebuah suara sopran yang kini telah berubah, milik seorang Chinen Yuri. Tiba-tiba saja mereka merasakan atmosfer tidak enak di sekeliling mereka.
Suara itu semakin dekat, dan terdengar suara langkah kaki yang berhenti tepat di depan ruang musik JUMP.
Yuto dan Keito yang ketakutan dengan kehadiran sosok di depan pintu itu segera berlari menuju belakang speaker yang ada tepat di depan rak buku.
“DUAK!”, karena terburu-buru mereka menabrak kepala satu sama lain.
“ADUH...”, Yuto menggosok-gosok dahinya yang tertabrak kepala Keito dengan meringis kesakitan.
“Lu kalo ngumpet ati-ati dong! Sakit nih!”, Yuto mengomel ke Keito.
MONEY CAN’T BUY ME SOMEBODY TO LOVE ~
“Yutti~ Keito~”, terdengar kenop pintu diputar, membuat Yuto dan Keito semakin panik dibuatnya. Saking takutnya, Yuto secara tidak sengaja menabrak rak buku yang ada di belakangnya dengan keras.
BRUK.
“Aduh!”
Semua buku yang ada di bagian atas rak buku itu terjatuh, menimpa Yuto dan Keito yang tepat berada di bawahnya, bersamaan dengan masuknya Chinen ke dalam ruang studio musik.
YUTTI~ KEITO~
“Mati gue kali ini.”, inner keduanya berkata. Mereka berdua akan terjatuh dalam lubang penderitaan mendengarkan Chinen bernyanyi Somebody to Love-nya Justin Bieber tanpa henti sambil bermain. Yuto mendapat sebuah ide yang ia sebut cemerlang, dan segera membuka mulutnya, setengah berbisik pada Keito.
“Pura-pura mati.”, kata Yuto mengejutkan Keito, dan Keito segera mengambil sebuah buku dari tumpukan buku yang jatuh dan melayangkan geplakan dengan buku yang dipegangnya ke kepala Yuto. Yuto mengaduh untuk yang ketiga kalinya.
“Lu pinter apa geblek sih?”, pertanyaan retoris Keito muncul kemudian *author dipenyet fansu Yuto*.
Sebelum Yuto sempat menjawab, Chinen telah menginterupsi dengan senyum kawaii maut miliknya, yang membuat Yuto dan Keito bertekuk lutut untuk menuruti kemauan Chinen kali ini.
#3
Chinen sedang berada di ruang gathering JUMP bersama Yuto, Keito, dan Ryutaro. Keito mengajari Yuto cara bermain gitar akustik, sementara Ryutaro berkutat dengan PSPnya. Para member BEST masih berada dalam perjalanan menuju Jimusho. Chinen hanya bermalas-malasan di atas sofa, merebahkan badannya dan sibuk browsing dengan laptopnya.
BRAK!
Seseorang mendobrak pintu dengan keras untuk membukanya. Yamada.
“CHINEN! CHINEN!”, Yamada setengah berlari menghampiri Chinen. Ia membawa sebuah buku di tangan kirinya, dan tangan kanannya melambai pada Chinen. Rupanya Yamada baru saja membeli sebuah buku untuk Chinen. Ia telat memberi kado ulang tahun untuk sahabatnya itu karena lupa. (?)
Yang dipanggil mengalihkan perhatiannya dari layar, memutar pandangannya dengan malas ke arah Yamada.
“Yama-chan! Panggil nama lengkap gue!”
“Hosh..Hosh... *pant* Heh? Chi.. Chinen Yuri?”
“Bukan.”. Keempat pasang mata selain milik Chinen membelalak seketika setelah mendengar jawaban Chinen. Mereka memasang wajah penuh tanda tanya.
“NANDE?”
“JUSTCHIN-EN BIEBER.” (untuk yang rada bingung soal ini, padankan saja kata JUSTIN dan JUSTCHIN ~ kedengaran alay, salahkan saja Chii *author disepak)
Hening.
“............................”, Yamada hanya bisa menatap penuh tanda tanya dengan memberikan pandangan madesu miliknya pada Chinen seraya memberikan hadiah yang dibawanya. Sementara para member yang lain hanya bisa menjatuhkan rahangnya dalam posisi menganga mendengar perkataan Chinen tadi.
#4
FOR YOU I’D BE~ RUNNING A THOUSAND MILES~ JUST GET TO WHERE YOU ARE~
Chinen terlihat sangat senang hari ini. Tebak saja apa yang membuatnya sangat bahagia hari ini. ARASHI? Oh, bukan. Kali ini bukan Arashi. Tetapi Justin Bieber. Yep. Chinen ingin meminjam DVD Justin Bieber My World 2.0. Daiki sudah berjanji untuk meminjamkan miliknya pada Chinen.
Semua member lain telah bergabung di dalam ruang gathering JUMP. Chinen adalah orang terakhir yang masuk ke dalam ruangan itu. Ia tampak sangat gembira dan menyapa semua member lainnya.
“OHAYOU!!!!”, Chinen berteriak gembira. Tidak, tidak ada yang aneh pada diri Chinen. Ia memang selalu seperti itu. Selalu gembira. Para member lain hanya menjawab sekedarnya dan geleng-geleng kepala melihat Chinen yang selalu gembira setiap harinya.
Chinen terus melirik ke arah Daiki yang sedang membaca majalah, dan kemudian mendekatinya.
“Ohayou, Dai-chan!”, Chinen menyapa Daiki.
“Ohayou, Chii! Tumben lu kasih salam gue duluan, bukan Yama-chan.”, Daiki tersenyum lebar. Ia tampaknya tidak menyadari kalau ‘sapaan’ adalah salah satu service dari Chinen untuk mendapatkan sesuatu.
“Gue pengen aja panggil Dai-chan duluan.”
Daiki tidak mengucap sepatah katapun. Ia kembali membaca majalah yang ada di hadapannya.
“Dai-chan....”
“Ngg?”, Daiki masih belum mengalihkan perhatian dari majalah yang sedang ia baca.
“Lo lupa sesuatu?”, tanya Chinen tiba-tiba.
“Ng? Nggak, gue rasa.”
I JUST NEED SOMEBODY TO LOVE~
“Heh? Gomen, Chii. Gue masih normal. Sama Yama-chan aja gih. Kan kalian yang fanservicenya paling ba~”, ucapan Daiki terpotong dengan geplakan Chinen yang melayang tepat di atas kepalanya.
“BAKA DAI! Gue juga masih normal tau! Siapa juga yang mau ama BAKA YAMA yang gen~”, Chinen merasa mulutnya dibekap seseorang di belakangnya. Yuto. Dia berusaha menyelamatkan Chinen dari atmosfer mengerikan yang keluar dari Yamada sesaat setelah Chinen hampir mengucapkan kata tabu itu. Semua member tahu Yamada akan mengamuk kalau ada satu saja orang mengatakan hal itu di hadapannya. Untunglah, Yamada mencoba bersabar karena kata tabu itu belum terlontar sepenuhnya dari mulut sahabat baiknya 3 tahun belakangan ini.
Chinen mengerti maksud Yuto. Ia perlahan menurunkan tangan Yuto, memberi tanda bahwa ia akan berhati-hati kali ini.
I JUST NEED JUSTIN BIEBER’S DVD!!!!~
Kesal, Chinen menggubah sendiri lagu Somebody to Love versinya. Mata Daiki melebar ketika ia mendengar lirik gubahan Chinen dengan seketika. Ia segera tahu kalau ia melupakan sesuatu. Kini ia berkeringat dingin, tidak berani menatap mata Chinen.
“Daiki...”
“EH??? GU..GU...GUE...”, Daiki panik. Ia tahu kalau Chinen sedang serius.
“Lu lupa kan???”
“EH...GU...GUE...”
“Lu pasti LU-PA kan....”
“EH...BU...BUKAN... GUE... IYA DEH! GUE LUPA, CHII! MAAFIN GUE!!! GUE GA BAWA DVD JUSTIN BIEBER YANG LU MINTA! MAAF CHII, MAAF YA! BESOK GUE BAWA DEH! SUER!!”, Daiki mengatupkan kedua tangannya, mengangkatnya sejajar dengan dahinya, dan menunduk berulang kali di depan Chinen.
Semua member melihat ke arah Daiki dengan pandangan kasihan. Semua orang tahu bencana alam (?) akan terjadi setelah ini. (?)
Chinen tidak berkata apa-apa. Dia bahkan tidak terlihat marah sekalipun. Chinen justru memperlihatkan senyum lebarnya yang kawaii itu. Terlampau kawaii, bahkan. Tapi justru hal inilah yang paling mengerikan dari seorang Chinen Yuri. Tersenyum ketika marah. Hawa membunuh terasa seketika memenuhi ruang gathering JUMP. Yamada dan Yuto, yang notabene sahabat dekat Chinen, bahkan sampai harus meringkuk di atas sofa dengan bantal di kepala mereka untuk meredam aura Chinen.(eh?)
Chinen boleh jadi masih menyelesaikan pekerjaannya seperti biasa. Namun ketika para member JUMP mengajaknya bicara, tidak ada sepatah katapun dari mulut Chinen yang keluar. Hanya sunggingan senyum super kawaii beraura mengerikan itu yang menyambut pertanyaan mereka sebagai jawaban.
Esoknya Chinen bertingkah seperti biasa. Ia sudah bercanda seperti biasa. Tapi tetap saja eksistensi member selain Daiki dan Chinen menatap kasihan pada Daiki, karena Daiki harus menerima hukuman ‘dicuekin Chinen’ selama seminggu.
#5
Justin Bieber mengadakan konser tunggalnya di Tokyo Dome untuk memenuhi permintaan para fansnya di Jepang. Menurut rumor yang beredar, akan ada seorang bintang tamu dari Jepang yang akan ikut berduet di panggung dengan JB.
“I would like to say thanks to all of you! And next, I want you to meet my friend from Japan. He’s gonna sing with me! You’ll like him!”
“Please welcome, Yuri Chinen!”
Chinen keluar dari backstage menuju panggung, dengan diiringi musik. Hanya dengan melakukan 2 kali backflip, ia telah mencapai tempat tepat di samping Justin. Semua penonton yang rata-rata adalah fans JB dari Jepang berteriak riuh mengelu-elukan nama Justin dan Chinen.
“For you I’d write a symphony...”, Chinen mengawali lagu Somebody to Love, memulai gerakan dancenya.
“I’d tell the violin it’s time to sink or swim, watch me play for ya..”, Justin melanjutkan kalimat lagunya, ikut menampilkan dancenya bersama Chinen.
Semua penonton yang berada di dalam concert stadium terhipnotis dengan penampilan mereka berdua. Justin Bieber seperti biasanya tampil memukau, begitu pula Chinen Yuri sebagai bintang tamu. Chinen tak hanya menyanyi dan menari, tapi juga sesekali menampilkan atraksi akrobatiknya yang terkenal itu. Jelas, Chinen membawa suasana baru dalam konser Bieber kali ini.
I JUST NEED SOMEBODY TO LOVE~
Chinen bergerak menuju tengah panggung dan akan menampilkan backflip andalannya yang sudah ia persiapkan untuk event ini. Ia akan melakukannya dengan sempurna, ia berjanji. Saat Chinen akan menjejakkan kakinya kembali ke stage floor, tiba-tiba saja ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh sampai kepalanya terbentur lantai. Kemudian ia merasakan ada sesuatu yang empuk menimpa wajahnya.....
“HEH! BAKA YURI! BANGUN!”, sebuah suara terdengar sayup-sayup di telinga Chinen, dan berangsur mengeras sampai membuat gendang telinganya hampir pecah. Nee-chan? Kenapa dia ada di sini, pikir Chinen.
Eh, bantal? Chinen memegang benda yang menimpa wajahnya tadi.
“HOI! YU-CHAN! LU MAU TIDUR SAMPAI KAPAN?? KATANYA JAM 8 NANTI ADA PEMOTRETAN DI JIMUSHO!!”, Saya menekan bantal yang yang ada di atas muka Chinen, berusaha membuatnya bangun. Chinen hampir kehabisan napas dan mati karena kekurangan oksigen gara-gara aksi kakak perempuannya itu.
“Hegh...”, Chinen mendorong bantal itu dari mukanya, “NEE-CHAN! LU PENGEN GUE MATI, YA???”, Chinen berteriak, seraya berusaha mengumpulkan sisa-sisa nyawanya untuk bangun dari tidurnya.
“Habis! Lu dipanggil kaga denger. Mana lu merem nyanyi lagunya Bieber sambil nendang-nendang gue pula. I just need somebody to love... Apaan tuh?”, Saya menoyor kepala adiknya yang satu itu dengan telunjuknya.
Jadi itu hanya mimpi......
Chinen kecewa berat, segera berdiri dan mengambil handuknya. Ia melangkah menuju kamar mandi. Tentu saja, masih menyanyikan Somebody to Love-nya Justin Bieber.
+ #1
Chinen mengamati dirinya sendiri di depan cermin, menyunggingkan sebuah senyuman maut yang paling dibanggakannya di dunia ini. #author lebe
“Kakkoii yo...”, gumamnya berseri-seri.
----------------------------------------------
“Chii-chan wa kakkoi desu ne?”, Yuto berkata pada Yabu, menunjuk ke arah Chinen yang sedang berjalan ke arah mereka sambil tersenyum.
“Hai..hai..”, jawab Yabu ikut tersenyum melihat ke arah orang yang ditunjuk Yuto.
“Ohayo~. Yabu-kun, Yuto-kun.”, Chinen menyapa Yuto dan Yabu dengan senyum kawaiinya, melambaikan tangan pada keduanya.
Tak lama, member JUMP yang lain pun kemudian datang.
Ryutaro, Keito, Takaki, Hikaru, Daiki, dan Inoo pun ikut memuji Chinen “kakkoi”. Ada apa gerangan seorang Chinen Yuri yang mulanya kawaii sekarang dibilang kakkoi?
Flashback ---
Chinen mendatangi salonpotong rambut Madura untuk merapikan rambutnya.
“Bikin begini ya!”, perintah Chinen pada sang penata rambut, dengan menunjuk foto terbaru seorang Justin Bieber.
The end of flashback ---
“Yah... Seenggaknya lu jadi kakkoi, nggak cuma bikin orang budeg dengerin lagunya JB,”, celetuk Yamada kelepasan bicara dan disambut jitakan Chinen di kepalanya seketika.
*****
Current Location : In front of my compy
Current Music : Hey!Say!JUMP – Magic Power and Justin Bieber – Somebody to Love (sampai bosen saya dengerin lagunya JB ini, sampai ikutan hapal - -“a)
Current Mood : happy!
HONTOU NI GOMEN, WAJIB KOMEN.
KAGAK KOMEN, DIAMUK CHINEN! XD
Alert: pantun ngaco by author. Format livejournal banget.... hahaha... ^^“a
Once again, tanjoubi omedettou ne, Yuu-chan~ XD
Wish you all the best! :)
Genre : Comedy garing XD
Rating : Panduan Orang Tua (?), PG maksudnya - -“
Type : One Shot, Thon
Casts : All HSJ membaa~ (Chinen as the main chara)
Disclaimer : Somebody to Love is Bieber’s. Bieber is owned by his parents and agency. I just own the plot. JUMP is not mine. They belong to JE and their parents.
Author’s note : WAAAAA!!!!!! Akhirnya! One Shot pertama saya!!!! Saya bahagia sekali, seperti ada miracle karena tumben saya bikin one shot. Ff ini terinspirasi dari interview The Smurfs soal Chii yang ngefans sangat dengan JB. Gomen kalau ceritanya agak aneh dan nggak lucu, bikinnya ngebut. :)
Author’s note for Chinen Yuuri:
Fanfic ini dibuat untuk ultah kamu ke-18 besok tanggal 30 November. Otanjoubi omedettou ne, otouto-chan! Yuu-chan, you’ll always be my lovely otouto (because we’re AB (?))... *whacked by my 2 real lil brothers*
Summary : Chii’s madness in Justin Bieber.
Warning : Evil and Riddiculous Chii!
*****
#1
I JUST NEED SOMEBODY TO LOVE.... I, I DON’T NEED TO MUCH... JUST SOMEBODY TO LOVE! ~
“UGH!!! LAGI-LAGI! GUE SAMPE APAL NI LAGU GARA-GARA CHII!”, Ryutaro berteriak depresi dengan membanting stik Nintendo Wii-nya. Ia terlihat kesal sekali, karena lagi-lagi charanya dalam game DecaSporta (gratisan hasil jadi bintang iklan bersama Hey!Say!7), kalah .
Chinen yang sedang menyanyikan sebait lirik dari lagu Somebody to Love milik Justin Bieber, dengan headset terpasang di kedua telinganya, melirik Ryutaro yang sedang marah-marah dengan heran. Jengkel, Ryutaro menarik headset di telinga Chinen dan berteriak di telinga Chinen, “JANGAN NYANYI DI SINI! LU KAGA LIAT CHARA GUE MATI MULU DARI TADI GARA-GARA LU NYANYI?!”.
Chinen yang kaget karena kemarahan Ryutaro pun berlari ke arah Takaki sambil menangis cute pura-pura (?), “HUWEEEE... RYU-CHAN NAKAL! YUYAN~”. Ryutaro cuma bisa memandangi Chinen dengan tatapan tak-percaya-kalau-si chibi-lebih-tua-2-tahun-darinya dan geleng-geleng kepala, sembari bersiap kabur dari cengkraman para member BEST yang sedang berkumpul di ruang gathering.
“Ada apa, Chii?”, tanya Takaki lembut pada kouhainya. Takaki memang sudah seperti kakak sendiri bagi Chinen, ia selalu bermain bersama Chinen.
“Pasti berantem sama Ryu-chan lagi.”, Hikaru memotong jawaban Chinen.
“Ryu..Ryu...nakal...”
“Kan...”, kata Hikaru lagi kemudian. Inoo hanya diam seribu bahasa karena dirinya masih, well, berkutat dengan masterplan gambar denahnya.
“Nakal bagaimana?”, tanya Yabu yang sedang membaca majalah Bobo terbaru kiriman temannya yang ada di Indonesia. (?) *gila keren juga Bobo majalah author dari jabang bayi itu ekspor ke Jepang*
“Ryu marah gara-gara charanya mati. Ryu bilang kalo itu salahnya Chii. Padahal kan gue cuma nyanyi lagunya Justin Bieber.”, jelas Chinen panjang lebar.
“..................................”
Hening.
Para member BEST pun menyibukkan diri sendiri untuk mengalihkan pembicaraan. Takaki kembali bermain dengan handphone Docomo-nya. Yabu dan Hikaru terlihat sibuk memperbincangkan konsep lagu yang akan mereka buat untuk album terbaru. Inoo yang semula menoleh ke arah Chinen, kembali menggoreskan garis-garis abstrak di atas kertas gambarnya dan sesekali menggambar di laptop miliknya. Daiki melanjutkan acara nonton DVD Tom and Jerry-nya sambil makan Pocky. Tidak satupun dari mereka menimpali perkataan Chinen, dan Chinen pun mulai merasa gerah karenanya.
“Kenapa malah pada diem, sih? Uh.. Gue main sama Yutti sama Keito ah.”
IS SHE OUT THERE? IS SHE OUT THERE? ~ Masih dengan menyanyikan Somebody to Love milik Justin Bieber, Chinen bergerak perlahan keluar dari ruang gathering.
Setelah Chinen menghilang dari pandangan mereka, para member BEST berpandangan satu sama lain dan menghela napas panjang, dilanjutkan tampang madesu tanda prihatin untuk Yuto dan Keito.
#2
Yuto dan Keito sedang berlatih untuk menyempurnakan permainan musik mereka demi konser JUMP yang semakin dekat. Mereka berdua tengah membetulkan setting gitar dan drum yang ada di ruang musik JUMP House.
IS SHE OUT THERE? IS SHE OUT THERE? ~
Yuto dan Keito kini mendengar sebuah suara nyanyian khas yang sangat familiar bagi telinga mereka, sebuah suara sopran yang kini telah berubah, milik seorang Chinen Yuri. Tiba-tiba saja mereka merasakan atmosfer tidak enak di sekeliling mereka.
Suara itu semakin dekat, dan terdengar suara langkah kaki yang berhenti tepat di depan ruang musik JUMP.
Yuto dan Keito yang ketakutan dengan kehadiran sosok di depan pintu itu segera berlari menuju belakang speaker yang ada tepat di depan rak buku.
“DUAK!”, karena terburu-buru mereka menabrak kepala satu sama lain.
“ADUH...”, Yuto menggosok-gosok dahinya yang tertabrak kepala Keito dengan meringis kesakitan.
“Lu kalo ngumpet ati-ati dong! Sakit nih!”, Yuto mengomel ke Keito.
MONEY CAN’T BUY ME SOMEBODY TO LOVE ~
“Yutti~ Keito~”, terdengar kenop pintu diputar, membuat Yuto dan Keito semakin panik dibuatnya. Saking takutnya, Yuto secara tidak sengaja menabrak rak buku yang ada di belakangnya dengan keras.
BRUK.
“Aduh!”
Semua buku yang ada di bagian atas rak buku itu terjatuh, menimpa Yuto dan Keito yang tepat berada di bawahnya, bersamaan dengan masuknya Chinen ke dalam ruang studio musik.
YUTTI~ KEITO~
“Mati gue kali ini.”, inner keduanya berkata. Mereka berdua akan terjatuh dalam lubang penderitaan mendengarkan Chinen bernyanyi Somebody to Love-nya Justin Bieber tanpa henti sambil bermain. Yuto mendapat sebuah ide yang ia sebut cemerlang, dan segera membuka mulutnya, setengah berbisik pada Keito.
“Pura-pura mati.”, kata Yuto mengejutkan Keito, dan Keito segera mengambil sebuah buku dari tumpukan buku yang jatuh dan melayangkan geplakan dengan buku yang dipegangnya ke kepala Yuto. Yuto mengaduh untuk yang ketiga kalinya.
“Lu pinter apa geblek sih?”, pertanyaan retoris Keito muncul kemudian *author dipenyet fansu Yuto*.
Sebelum Yuto sempat menjawab, Chinen telah menginterupsi dengan senyum kawaii maut miliknya, yang membuat Yuto dan Keito bertekuk lutut untuk menuruti kemauan Chinen kali ini.
#3
Chinen sedang berada di ruang gathering JUMP bersama Yuto, Keito, dan Ryutaro. Keito mengajari Yuto cara bermain gitar akustik, sementara Ryutaro berkutat dengan PSPnya. Para member BEST masih berada dalam perjalanan menuju Jimusho. Chinen hanya bermalas-malasan di atas sofa, merebahkan badannya dan sibuk browsing dengan laptopnya.
BRAK!
Seseorang mendobrak pintu dengan keras untuk membukanya. Yamada.
“CHINEN! CHINEN!”, Yamada setengah berlari menghampiri Chinen. Ia membawa sebuah buku di tangan kirinya, dan tangan kanannya melambai pada Chinen. Rupanya Yamada baru saja membeli sebuah buku untuk Chinen. Ia telat memberi kado ulang tahun untuk sahabatnya itu karena lupa. (?)
Yang dipanggil mengalihkan perhatiannya dari layar, memutar pandangannya dengan malas ke arah Yamada.
“Yama-chan! Panggil nama lengkap gue!”
“Hosh..Hosh... *pant* Heh? Chi.. Chinen Yuri?”
“Bukan.”. Keempat pasang mata selain milik Chinen membelalak seketika setelah mendengar jawaban Chinen. Mereka memasang wajah penuh tanda tanya.
“NANDE?”
“JUSTCHIN-EN BIEBER.” (untuk yang rada bingung soal ini, padankan saja kata JUSTIN dan JUSTCHIN ~ kedengaran alay, salahkan saja Chii *author disepak)
Hening.
“............................”, Yamada hanya bisa menatap penuh tanda tanya dengan memberikan pandangan madesu miliknya pada Chinen seraya memberikan hadiah yang dibawanya. Sementara para member yang lain hanya bisa menjatuhkan rahangnya dalam posisi menganga mendengar perkataan Chinen tadi.
#4
FOR YOU I’D BE~ RUNNING A THOUSAND MILES~ JUST GET TO WHERE YOU ARE~
Chinen terlihat sangat senang hari ini. Tebak saja apa yang membuatnya sangat bahagia hari ini. ARASHI? Oh, bukan. Kali ini bukan Arashi. Tetapi Justin Bieber. Yep. Chinen ingin meminjam DVD Justin Bieber My World 2.0. Daiki sudah berjanji untuk meminjamkan miliknya pada Chinen.
Semua member lain telah bergabung di dalam ruang gathering JUMP. Chinen adalah orang terakhir yang masuk ke dalam ruangan itu. Ia tampak sangat gembira dan menyapa semua member lainnya.
“OHAYOU!!!!”, Chinen berteriak gembira. Tidak, tidak ada yang aneh pada diri Chinen. Ia memang selalu seperti itu. Selalu gembira. Para member lain hanya menjawab sekedarnya dan geleng-geleng kepala melihat Chinen yang selalu gembira setiap harinya.
Chinen terus melirik ke arah Daiki yang sedang membaca majalah, dan kemudian mendekatinya.
“Ohayou, Dai-chan!”, Chinen menyapa Daiki.
“Ohayou, Chii! Tumben lu kasih salam gue duluan, bukan Yama-chan.”, Daiki tersenyum lebar. Ia tampaknya tidak menyadari kalau ‘sapaan’ adalah salah satu service dari Chinen untuk mendapatkan sesuatu.
“Gue pengen aja panggil Dai-chan duluan.”
Daiki tidak mengucap sepatah katapun. Ia kembali membaca majalah yang ada di hadapannya.
“Dai-chan....”
“Ngg?”, Daiki masih belum mengalihkan perhatian dari majalah yang sedang ia baca.
“Lo lupa sesuatu?”, tanya Chinen tiba-tiba.
“Ng? Nggak, gue rasa.”
I JUST NEED SOMEBODY TO LOVE~
“Heh? Gomen, Chii. Gue masih normal. Sama Yama-chan aja gih. Kan kalian yang fanservicenya paling ba~”, ucapan Daiki terpotong dengan geplakan Chinen yang melayang tepat di atas kepalanya.
“BAKA DAI! Gue juga masih normal tau! Siapa juga yang mau ama BAKA YAMA yang gen~”, Chinen merasa mulutnya dibekap seseorang di belakangnya. Yuto. Dia berusaha menyelamatkan Chinen dari atmosfer mengerikan yang keluar dari Yamada sesaat setelah Chinen hampir mengucapkan kata tabu itu. Semua member tahu Yamada akan mengamuk kalau ada satu saja orang mengatakan hal itu di hadapannya. Untunglah, Yamada mencoba bersabar karena kata tabu itu belum terlontar sepenuhnya dari mulut sahabat baiknya 3 tahun belakangan ini.
Chinen mengerti maksud Yuto. Ia perlahan menurunkan tangan Yuto, memberi tanda bahwa ia akan berhati-hati kali ini.
I JUST NEED JUSTIN BIEBER’S DVD!!!!~
Kesal, Chinen menggubah sendiri lagu Somebody to Love versinya. Mata Daiki melebar ketika ia mendengar lirik gubahan Chinen dengan seketika. Ia segera tahu kalau ia melupakan sesuatu. Kini ia berkeringat dingin, tidak berani menatap mata Chinen.
“Daiki...”
“EH??? GU..GU...GUE...”, Daiki panik. Ia tahu kalau Chinen sedang serius.
“Lu lupa kan???”
“EH...GU...GUE...”
“Lu pasti LU-PA kan....”
“EH...BU...BUKAN... GUE... IYA DEH! GUE LUPA, CHII! MAAFIN GUE!!! GUE GA BAWA DVD JUSTIN BIEBER YANG LU MINTA! MAAF CHII, MAAF YA! BESOK GUE BAWA DEH! SUER!!”, Daiki mengatupkan kedua tangannya, mengangkatnya sejajar dengan dahinya, dan menunduk berulang kali di depan Chinen.
Semua member melihat ke arah Daiki dengan pandangan kasihan. Semua orang tahu bencana alam (?) akan terjadi setelah ini. (?)
Chinen tidak berkata apa-apa. Dia bahkan tidak terlihat marah sekalipun. Chinen justru memperlihatkan senyum lebarnya yang kawaii itu. Terlampau kawaii, bahkan. Tapi justru hal inilah yang paling mengerikan dari seorang Chinen Yuri. Tersenyum ketika marah. Hawa membunuh terasa seketika memenuhi ruang gathering JUMP. Yamada dan Yuto, yang notabene sahabat dekat Chinen, bahkan sampai harus meringkuk di atas sofa dengan bantal di kepala mereka untuk meredam aura Chinen.(eh?)
Chinen boleh jadi masih menyelesaikan pekerjaannya seperti biasa. Namun ketika para member JUMP mengajaknya bicara, tidak ada sepatah katapun dari mulut Chinen yang keluar. Hanya sunggingan senyum super kawaii beraura mengerikan itu yang menyambut pertanyaan mereka sebagai jawaban.
Esoknya Chinen bertingkah seperti biasa. Ia sudah bercanda seperti biasa. Tapi tetap saja eksistensi member selain Daiki dan Chinen menatap kasihan pada Daiki, karena Daiki harus menerima hukuman ‘dicuekin Chinen’ selama seminggu.
#5
Justin Bieber mengadakan konser tunggalnya di Tokyo Dome untuk memenuhi permintaan para fansnya di Jepang. Menurut rumor yang beredar, akan ada seorang bintang tamu dari Jepang yang akan ikut berduet di panggung dengan JB.
“I would like to say thanks to all of you! And next, I want you to meet my friend from Japan. He’s gonna sing with me! You’ll like him!”
“Please welcome, Yuri Chinen!”
Chinen keluar dari backstage menuju panggung, dengan diiringi musik. Hanya dengan melakukan 2 kali backflip, ia telah mencapai tempat tepat di samping Justin. Semua penonton yang rata-rata adalah fans JB dari Jepang berteriak riuh mengelu-elukan nama Justin dan Chinen.
“For you I’d write a symphony...”, Chinen mengawali lagu Somebody to Love, memulai gerakan dancenya.
“I’d tell the violin it’s time to sink or swim, watch me play for ya..”, Justin melanjutkan kalimat lagunya, ikut menampilkan dancenya bersama Chinen.
Semua penonton yang berada di dalam concert stadium terhipnotis dengan penampilan mereka berdua. Justin Bieber seperti biasanya tampil memukau, begitu pula Chinen Yuri sebagai bintang tamu. Chinen tak hanya menyanyi dan menari, tapi juga sesekali menampilkan atraksi akrobatiknya yang terkenal itu. Jelas, Chinen membawa suasana baru dalam konser Bieber kali ini.
I JUST NEED SOMEBODY TO LOVE~
Chinen bergerak menuju tengah panggung dan akan menampilkan backflip andalannya yang sudah ia persiapkan untuk event ini. Ia akan melakukannya dengan sempurna, ia berjanji. Saat Chinen akan menjejakkan kakinya kembali ke stage floor, tiba-tiba saja ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh sampai kepalanya terbentur lantai. Kemudian ia merasakan ada sesuatu yang empuk menimpa wajahnya.....
“HEH! BAKA YURI! BANGUN!”, sebuah suara terdengar sayup-sayup di telinga Chinen, dan berangsur mengeras sampai membuat gendang telinganya hampir pecah. Nee-chan? Kenapa dia ada di sini, pikir Chinen.
Eh, bantal? Chinen memegang benda yang menimpa wajahnya tadi.
“HOI! YU-CHAN! LU MAU TIDUR SAMPAI KAPAN?? KATANYA JAM 8 NANTI ADA PEMOTRETAN DI JIMUSHO!!”, Saya menekan bantal yang yang ada di atas muka Chinen, berusaha membuatnya bangun. Chinen hampir kehabisan napas dan mati karena kekurangan oksigen gara-gara aksi kakak perempuannya itu.
“Hegh...”, Chinen mendorong bantal itu dari mukanya, “NEE-CHAN! LU PENGEN GUE MATI, YA???”, Chinen berteriak, seraya berusaha mengumpulkan sisa-sisa nyawanya untuk bangun dari tidurnya.
“Habis! Lu dipanggil kaga denger. Mana lu merem nyanyi lagunya Bieber sambil nendang-nendang gue pula. I just need somebody to love... Apaan tuh?”, Saya menoyor kepala adiknya yang satu itu dengan telunjuknya.
Jadi itu hanya mimpi......
Chinen kecewa berat, segera berdiri dan mengambil handuknya. Ia melangkah menuju kamar mandi. Tentu saja, masih menyanyikan Somebody to Love-nya Justin Bieber.
+ #1
Chinen mengamati dirinya sendiri di depan cermin, menyunggingkan sebuah senyuman maut yang paling dibanggakannya di dunia ini. #author lebe
“Kakkoii yo...”, gumamnya berseri-seri.
----------------------------------------------
“Chii-chan wa kakkoi desu ne?”, Yuto berkata pada Yabu, menunjuk ke arah Chinen yang sedang berjalan ke arah mereka sambil tersenyum.
“Hai..hai..”, jawab Yabu ikut tersenyum melihat ke arah orang yang ditunjuk Yuto.
“Ohayo~. Yabu-kun, Yuto-kun.”, Chinen menyapa Yuto dan Yabu dengan senyum kawaiinya, melambaikan tangan pada keduanya.
Tak lama, member JUMP yang lain pun kemudian datang.
Ryutaro, Keito, Takaki, Hikaru, Daiki, dan Inoo pun ikut memuji Chinen “kakkoi”. Ada apa gerangan seorang Chinen Yuri yang mulanya kawaii sekarang dibilang kakkoi?
Flashback ---
Chinen mendatangi salon
“Bikin begini ya!”, perintah Chinen pada sang penata rambut, dengan menunjuk foto terbaru seorang Justin Bieber.
The end of flashback ---
“Yah... Seenggaknya lu jadi kakkoi, nggak cuma bikin orang budeg dengerin lagunya JB,”, celetuk Yamada kelepasan bicara dan disambut jitakan Chinen di kepalanya seketika.
*****
Current Location : In front of my compy
Current Music : Hey!Say!JUMP – Magic Power and Justin Bieber – Somebody to Love (sampai bosen saya dengerin lagunya JB ini, sampai ikutan hapal - -“a)
Current Mood : happy!
HONTOU NI GOMEN, WAJIB KOMEN.
KAGAK KOMEN, DIAMUK CHINEN! XD
Alert: pantun ngaco by author. Format livejournal banget.... hahaha... ^^“a
Once again, tanjoubi omedettou ne, Yuu-chan~ XD
Wish you all the best! :)
The Sinking YamaChii Moments? (Part.1)
Ini dia masalah yang paling sering bikin debat Fandom War. Apalagi kalau bukan pairing?
Well, sebenernya saya sih nggak masalah mau ada pairing apa aja. Mau yang YamaChii, NakaChii, dll.
Tapi memang nggak bisa dipungkiri kalau saya sedikit merasa kesepian di fandom YamaChii beberapa bulan ini. Kenapa? Soalnya sekarang YamaJima lagi naik2nya untuk promo Super Delicate. Saya bener-bener merasa kesepian.
Bukannya karena saya benci YamaJima sih. Saya nggak benci YamaJima. Saya memang YamaChii fan (again, non-shipper), tapi saya nggak benci YamaJima. Just so you know, sebelum suka sama YamaChii saya malah seneng banget lihat kedekatan YamaJima XD~
Saya kadang suka "gedeg" (baca : sebel) sendiri lihat beberapa YamaJima shippers (saya bilang beberapa, nggak semua lho) yang kadang nganggap saya sama dengan YamaChii shipper.
SAYA BUKAN YAMACHII SHIPPER. Berapa kali sih saya harus bilang ini?
Dan beberapa dari mereka yang suka ngajak ribut pasti suka manas-manasin. Ada yang bilang lah kalau YamaChii itu cuma strategi marketing dan nggak deket. Terus katanya Chinen juga dicuekin lah pas making Super Delicate. Saya bahkan sampai harus menyelamatkan seorang kouhai dari keluar jadi fan gara-gara dihasut begini.
IT'S JUST... SEMUA PAIRING ITU DEKET, BY THEIR OWN WAYS!
Kenapa sih harus ribut pairing ini itu? Kemarin juga ada YamaJima shipper yang ngajak saya saingan sehat. Apa-apaan? -_____-"
Saya kan nggak pernah ngajak saingan. Saya juga nggak pernah spamming foto2 YamaChii di group. Kalaupun emang lagi fangirling'an soal YamaChii, saya hanya ngajak yang suka YamaChii kok. Katanya dia nggak mau kalah, YamaChiiJima yang menang itu YamaJima. APA PULA INI?? Emang saya pernah gitu bilang, "YAMACHII YANG MENANG DIANTARA MEREKA BERTIGA"? Emang saya pernah apa nggak mengakui YamaJima?? -____-"
Gedeg sendiri saya sama shipper yang tipe begini kadang-kadang.
Saya bukan YamaChii shipper. I just love YamaChii too much, and you even don't know the reason why I love them! Terus, what's the point of competing against me, huh? =="
Akhirnya, ini posting jadi acara curhat saya -______-"
Whatever. I don't care. Don't like it? Just push the so called 'red-close button' on the top right side of the browser window.
Well, sebenernya saya sih nggak masalah mau ada pairing apa aja. Mau yang YamaChii, NakaChii, dll.
Tapi memang nggak bisa dipungkiri kalau saya sedikit merasa kesepian di fandom YamaChii beberapa bulan ini. Kenapa? Soalnya sekarang YamaJima lagi naik2nya untuk promo Super Delicate. Saya bener-bener merasa kesepian.
Bukannya karena saya benci YamaJima sih. Saya nggak benci YamaJima. Saya memang YamaChii fan (again, non-shipper), tapi saya nggak benci YamaJima. Just so you know, sebelum suka sama YamaChii saya malah seneng banget lihat kedekatan YamaJima XD~
Saya kadang suka "gedeg" (baca : sebel) sendiri lihat beberapa YamaJima shippers (saya bilang beberapa, nggak semua lho) yang kadang nganggap saya sama dengan YamaChii shipper.
SAYA BUKAN YAMACHII SHIPPER. Berapa kali sih saya harus bilang ini?
Dan beberapa dari mereka yang suka ngajak ribut pasti suka manas-manasin. Ada yang bilang lah kalau YamaChii itu cuma strategi marketing dan nggak deket. Terus katanya Chinen juga dicuekin lah pas making Super Delicate. Saya bahkan sampai harus menyelamatkan seorang kouhai dari keluar jadi fan gara-gara dihasut begini.
IT'S JUST... SEMUA PAIRING ITU DEKET, BY THEIR OWN WAYS!
Kenapa sih harus ribut pairing ini itu? Kemarin juga ada YamaJima shipper yang ngajak saya saingan sehat. Apa-apaan? -_____-"
Saya kan nggak pernah ngajak saingan. Saya juga nggak pernah spamming foto2 YamaChii di group. Kalaupun emang lagi fangirling'an soal YamaChii, saya hanya ngajak yang suka YamaChii kok. Katanya dia nggak mau kalah, YamaChiiJima yang menang itu YamaJima. APA PULA INI?? Emang saya pernah gitu bilang, "YAMACHII YANG MENANG DIANTARA MEREKA BERTIGA"? Emang saya pernah apa nggak mengakui YamaJima?? -____-"
Gedeg sendiri saya sama shipper yang tipe begini kadang-kadang.
Saya bukan YamaChii shipper. I just love YamaChii too much, and you even don't know the reason why I love them! Terus, what's the point of competing against me, huh? =="
Akhirnya, ini posting jadi acara curhat saya -______-"
Whatever. I don't care. Don't like it? Just push the so called 'red-close button' on the top right side of the browser window.
Kamis, 12 April 2012
Mengepel Lantai
Title :
Mengepel Lantai
Author : Narazaku Naoki
Casts :
Author, Yamada Ryosuke, Chinen Yuuri, Arioka Daiki
Genre :
Comedy (murni)
Type :
One Shot
Rating :
PG
Summary :
Apa yang terjadi ketika AriYamaChii yang orang Jepang dan author yang orang
Indonesia mengepel lantai di rumah author?
Author’s note :
Fanfic super nggak penting dan sangat pendek. Fanfic ini diilhami dari guyonan
sensei saya waktu sekolah dulu. DON’T LIKE DON’T READ.
Suatu hari pagi yang sangat cerah, dan
kebetulan hari Minggu, author berencana bersih – bersih rumah. Author dibantu
oleh member JUMP, yaitu Daiki, Ryosuke dan Chinen. (cuma dalam bayangan saya)
“Selesai juga akhirnya gue nyapu. Osh!
Sekarang saatnya mengepel, SOLDIER! (dibantai Cloud Strife FF VII pakai
pedangnya karena nyatut nama SOLDIER)”, kata author semangat dengan ikat kepala
bertuliskan “GANBARE” dengan huruf kanji yang terikat di atas kepala.
“YOSH!”, seru mereka serempak.
“OK! Kita bagi tugas! Chinen, ngepel
ruang tamu dan ruang depan!”
“SIAP bos author!”
“Bagus! Soshite, Ryosuke! Kamar atas!”
“Sip dah…”
“Terakhir! Daiki!”
“I’M READY BOS AUTHOR!”
“Lu ngepelin kamar mandi yak!”
“ANJRIT! Itu mah bukan ngepel lagi bos
author, NGOSEK WC ITU!!! Masa Yama-chan yang paling enak sendiri! Mentang –
mentang lu seneng sama si Ryosuke!”, protes Daiki.
“Soalnya Ryosuke janji mau beliin gue
leker komplit plus ngajak gue nonton Harry Potter 7 part II. Salah lu sendiri
gak nyuap gue. Ya kan, Ryo-chan?” (apa pula ini dialog)
“Ee, soo desu.”, jawab Ryosuke dengan
raut sok-innocent.
“Curang lu Yama-chan! Lu pasti pake
jurus ero lu yak!”, nggak terima, Daiki ngamuk-ngamuk.
“Gue hanya memanfaatkan karunia Tuhan
buat gue…”, Ryosuke mengangkat bahu, sedikit menyombongkan diri.
“Udahlah, Dai-chan, Ryo-chan. Jangan
berantem ya. Chii jadi takut lihatnya.”, Chinen menyela dengan suara kawaii nan
cempreng.
“Pokoknya gitu lah! Gue nggak mau
tahu! Yang kaga kelar kerjaannya, gak dapet jatah makan siang!”
“Ehhh???!!! Lha terus bos author
ngapain? Bantuin kita kan?”, tanya mereka bertiga.
“Iie. Gue mau nonton PV nya Arashi.”
“HEH?”, seru Ryosuke dan Daiki
bersamaan.
“Mau ikut!!!!! Ohno-kun!!!!!”, teriak
Chinen histeris dan mencekal erat ujung baju author.
“Heh, heh. Baju gue sobek ntar. Lu
kaga boleh ikut kalo kerjaan belum selesai. Ngarti?”
“Hiks…hiks… sesama AB kok tega sih bos
author? Teganya – teganya – teganya dirimu (malah nyanyi lagu dangdut)”, Chinen
putus asa mendengar penolakan author.
“Peduli amat.”, jawab author sok
sibuk. *FYI, si author punya golongan darah yang sama dengan Chii-chan*
Author ngeloyor pergi dan menonton PV
Arashi sepuasnya. Bosan karena kegilaannya dengan Arashi tidak setara dengan
Chinen, author kemudian menuju ke arah dapur untuk menyiapkan camilan dan teh.
Setelah usai, author yang ternyata baik hati ini (readers muntah) berniat
membawakannya untuk Dai-chan, Ryo-chan, dan Chii-chan. Pertama, author menuju
ke ruang depan.
“ASTAGANAGA! APA YANG KAU LAKUKAN,
CHI-CHAN!”, suara author berteriak memecah gunung dan lautan.
“Bos Author lihat kalo gue lagi ngepel
kan?”, Chinen menjawab tanpa rasa bersalah.
“YA NENEK-NENEK BONGKOK JUGA TAU KALI
KALO LU LAGI NGEPEL! TAPI KALO NGEPEL TU MIKIR DONG! APA-APAAN TUH NGEPEL PAKE
GAYA MAJU SEGALA! MANA LU NGEPEL MAJU PAKE LARI – LARI PULA!”, author sudah
naik pitam melihat kelakuan malaikat unyu yang satu ini.
“Ye..si bos.. Yang namanya ngepel tu
maju lah. Kita – kita juga kalo ngepel begini. Kan ini cara ngepel yang bener.”,
Chinen justru memberikan sebuah kultum kepada author.
“BAKA! KALO LU NGEPEL MAJU BEGITU YANG
ADA BUKANNYA BERSIH TU LANTAI, TAPI MALAH KOTOR LAGI GARA-GARA LU INJEK! NGEPEL
TU MUNDUR! KERJAAN LU MALAH JADI SIA-SIA, CHII!”, author hanya bisa menepuk
jidat tanda pusing bukan kepalang.
“Eh, kok bisa? Salah ya bos?”
“Wah parah nih. Dua orang lainnya
pasti kaga beres juga.”
Author menengok ke kamar mandi. Daiki
sedang menggosek WC dengan hebohnya, sambil ngedance dan nyanyi Mayonaka no
Shadow Boy.
OK. Tidak ada yang salah dengan
Dai-chan. Author menarik napas panjang. Lega.
Tiba saatnya menengok ke kamar atas.
“Eh, Nan-chan. Udah hampir selesai
nih.”, Ryosuke yang lagi sibuk menoleh melihat kedatangan author. Dia sudah
melepas kancing baju ketiga-nya.
“Kaga usah sok ero de…..”, author
mulanya tergoda dengan ke-ero-an Ryosuke, namun tiba-tiba saja perhatiannya
teralihkan oleh sesuatu.
“EH, LU BERDUA PADA KAGA BERES YA! APA
PULA NGEPEL MAJU KAYAK GITU! YANG ADA MAH RUMAH GUE BUKANNYA BERSIH MALAH KOTOR
SEMUA!”
“Eh???? Kok bisa???”, Ryosuke
bertanya-tanya.
“PAKE NANYA, PAN LU INJEK LAGI TU
TEMPAT YANG UDAH LU PEL! GIMANA MAU BERSIH COBA! SINI GUE AJARIN CARANYA
NGEPEL!”
*****
Author akhirnya malah jadi ikut turun
tangan buat mengajari Chii dan Ryo cara mengepel yang baik dan benar. Ryo dan
Chii pun kudu mengulangi pekerjaannya tadi.
“Ngepel tu harusnya mundur. Kalau lu
maju ya jadinya nggak bersih.”
“Sou ka. Di negara kita mah ngepel tu
maju.”
“Gue nggak ngerti sebenernya kalian
yang bego apa gue yang pint…”
“Bos Author. Udah selesai, nih.”,
Daiki menyeruak masuk ke kamar atas, melapor.
“MANA, MANA?” si author yang sudah
tidak sabar karena melihat kekacauan 2 orang tadi segera menengok kamar mandi.
“WAW…BERSIH BANGET. GUE SUKA GAYA LU,
DAI-CHAN!”
“Ah, paling Dai-chan pake jurus ero
biar author seneng…”, Ryosuke menyangkal.
“Eh, emangnya gue kayak lu, yang suka
pake gaya ero?”, kata Daiki membalikkan pertanyaannya pada Ryosuke, dan
mendorong kepala Ryosuke dengan telunjuknya.
“Eh Chii, Ryo, sini! Liat nih
pekerjaannya Daiki!”
Chii dan Ryo menuruti author dan
berjalan menuju arah kamar mandi dan menengok ke dalam..
“Alah..paling Dai-chan… GILA, BERSIH
BANGET!! KIREE DESU NE… TUMBEN LU TELATEN, BIASANYA MOLOR KAYAK KEBO!”, ucap
Ryo setengah tak percaya, dan langsung digetok Daiki.
“Wah. Dai-chan hebat ya.”, wajah
malaikat setengah usil milik Chinen bersinar cerah.
*********
THE
END
I’M a MONSTER
Title :
I’m a Monster
Author :
Nagatsuka Naoki
Casts :
All HSJ membaa~
Rating :
PG – 13
Genre :
Friendship, Adventure
Summary : Sum it all by yourself, dude~ xD
Author’s note : Baca
aja sampai akhir ya! :D #ogah #ditabok fans Chinen
***
Aku berjalan
menyusuri koridor yang gelap, memicingkan mata berusaha mencari jalan keluar.
Sembari meraba sekitarku, aku mencari apapun yang bisa kujadikan pegangan
supaya aku tidak tersandung tiba-tiba, meski yang kuraba hanyalah tembok yang
berada di sisi kananku. Sial! Kenapa sih disini gelap sekali?! Terlebih lagi,
aku bahkan tidak tahu aku berada dimana!
“AUUUUUUU”,
sebuah suara sayup-sayup seperti suara serigala menyeruak di tengah keheningan
malam. Oke, aku tidak tahu ini malam hari atau bukan, yang jelas aku tidak bisa
melihat apapun. Jadi, simpulkan saja kalau ini malam hari. Malam hari dan
sekarang terdengar suara serigala! What a perfect day, how ironic! Bulu kudukku
sekarang merinding dan untung saja aku tidak pipis di celana! Ah, sudahlah, aku
harus mencari jalan keluar sekarang.
“AUUUUUUU”,
kini suara itu bahkan semakin keras, dan terdengar bersahut-sahutan. Yah, bisa
dibilang mungkin itu suara PARA serigala sedang mencari mangsa. Dan bisa saja
aku adalah MANGSA mereka. Argh! Rasanya aku mau mati saja sekarang daripada
didera ketakutan yang membuat jantungku berdebar sampai mau copot dari
tempatnya.
Kini aku
mencoba mempercepat langkahku. Masih saja tertatih-tatih dalam kegelapan, aku
mencoba melepaskan diri dari suasana seram yang mencekam.
CPAK. CPAK.
Sekarang aku
melewati genangan air di koridor gelap ini. Sial! Ini namanya koridor tak
berujung! Sudah 10 menit aku melewati koridor ini, dan ujungnya belum
kutemukan! Ayolah, kau tidak mungkin butuh waktu 10 menit untuk keluar dari
sebuah koridor, kan? Huft. This is a really bad day. It really is!
CPAK. CPAK.
Terdengar lagi
injakan di genangan air. Siapa? Aku? Bukan! Itu bukan aku! Aku sedang berhenti
sebentar karena kelelahan sekarang! Jadi... itu... Eh? Orang lain? Jangan
bercanda!
Aku mendengar
langkah kaki di genangan air itu di belakangku. Suara langkah kaki yang awalnya
sayup-sayup itu kini semakin dekat. Dan sekarang “ia” bahkan lebih mempercepat
langkahnya! Belum sempat aku menoleh ke belakang untuk melihat apa yang
terjadi, terdengar nafas berat di sekitar tengkukku. Kemudian kurasakan dua
buah telapak tangan menyentuh bahuku lembut. Nafas berat itu bahkan kini
semakin menyentuh tengkuk belakangku, dan kemudian sesuatu yang basah menyentuh
kulit leherku. “Sesuatu” itu bergerak perlahan, menyusuri permukaan kulitku,
membuatku kegelian.
“Kalau kau
ingin jadi abadi, bagaimana kalau kau bergabung dengan kami?”, ucap sosok di
belakangku itu.
“Eh?”, jawabku
seraya masih terpaku di tempatku, rasanya kakiku tertanam di bumi saat ini.
“Chinen
Yuri...”, jawabnya lembut seraya menghembuskan nafas beratnya di tengkukku.
Aku berlari
sekencang-kencangnya untuk melepaskan diri dari “dia”. Kutarik ucapanku tadi!
Aku TIDAK MAU MATI! Aku rasa “dia” adalah vampire. Sial! Betapa malangnya aku
hari ini! Sudah aku terdampar di tempat yang aku tidak tahu ini dimana, dan
kini pun aku jadi incaran para makhluk abadi pemangsa manusia!
Aku tidak bisa
melihat sekelilingku, namun aku tidak bisa berhenti saat ini. Aku harus
bertahan hidup! Bertahan hidup dari seleksi alam dan menunjukkan manusialah
yang paling hebat dalam rantai makanan! Aku tidak mau jadi mangsa mereka
disini!
CPAK. CPAK.
Dan kini aku
mendengar suara langkah kaki di depanku! Sial! Rupanya aku terkepung sekarang!
Belum sempat aku berhenti, sesuatu membuat kakiku tersandung. Aku terjatuh
sampai terjerembab ke lantai. Anehnya, bukannya merasa sakit, aku merasakan
sesuatu mengalir deras dari kakiku. Eh? Apa ini? Harusnya air yang kulewati
adalah air tenang, bukan yang bergerak dan punya arus. Aku mencoba meraba
kakiku, dan ternyata, itu bukanlah air, tetapi darah! Darah, dan ujung kakiku
sampai pergelangannya tidak ada! Aku... kakiku terpotong! Samar kulihat kilatan
benang terbentang tepat di belakangku. Astaga, kakiku terpotong! Kini aku tidak
mungkin lagi lari!
“Aku...
kepalaku pusing... sial... pasti ini karena darahku berkurang banyak! Aku...
harus... keluar... da.. ri... si...”
“Ni...”
BRUK! Tubuhku
sudah tidak mampu lagi. Aku hanya bisa memandang kakiku miris sembari tertidur
telentang sekarang ini.
Selamat
tinggal, kehidupan... Chinen Yuri akan meninggalkanmu hari ini...
Kudengar
langkah sayup-sayup yang tadinya ada di depanku. Mungkin dia teman si vampire
tadi.
Sosok yang
berada di depanku tadi kini mendekatiku. Aku tidak bisa melihat wajahnya, namun
aku bisa melihat apa yang dia lakukan samar-samar sekali. Ia menggigit ujung
jari tengahnya sampai berdarah, kemudian ia mengarahkannya dan memasukkannya ke
dalam mulutku. Sudahlah, aku sudah tak peduli lagi. Aku biarkan cairan pekat
bernama darah itu mengalir membasahi tenggorokanku.
“Minumlah, kau
akan jadi abadi dan mengabdilah padaku.”, ucap orang itu dengan senyum
seringainya.
***
Comments are always loved~ :Dv
Langganan:
Komentar (Atom)
